Minggu, 17 Februari 2019

contoh cerita pendek





Contoh Cerita Pendek

Hai para pembaca, kali ini saya akan memberikan contoh tentang cerita pendek berjudul "SeIra", semoga bisa menambah wawasan para pembaca ya aamiin :)).





 

 SEIRA
By Aen H
            Seandainya dulu kamu tidak mengucapkannya, mungkin sekarang aku sudah mengubur segala hal tentangmu dalam - dalam.
Aku akan sedikit menceritakan kisahku, kisah seorang anak remaja dan cinta yang sering kita dengar. Dan mungkin kalian sedang mengalaminya karena wajar dimasa ini siapa yang tidak menyimpan rasa terhadap lawan jenis, sepertinya hampir semua mengalaminya.
  Ini terjadi saat aku menginjak bangku SMA di tahun ketiga, awalnya akupun hanya memandang biasa dan tidak menyimpan rasa apa – apa. Tapi perlahan dia terus muncul di kepalaku dan hampir muncul setiap saat. Laki – laki itu, Septa, teman sekelasku. Aku pikirkan, dia hanya laki – laki biasa, cukup pintar dan cuek. Aku tak tahu mengapa aku bisa menyukai laki – laki itu, tapi mungkin berawal dari kesalahanku membuka secuil hatiku karena rasa penasaranku, tapi lubang kecil itu malah bertambah lebar, dan sekarang dia seenaknya terus mendiami hati dan pikiranku, hhftt.
Hari itu saat pelajaran matematika, setiap kelompok mempresentasikan soal yang diberikan oleh Bu Rima untuk dijabarkan cara pengerjaannya. Saat itu kelompok 1 yang diketuai Septa maju untuk mempresentasikan hasil jawaban mereka. Saat penjabaran selesai, siswa lain diberi kesempatan untuk bertanya. Saat itu Anggi dari kelompok 5 meminta untuk mengerjakan soal yang dikerjakan oleh kelompok sebelumnya dengan cara yang digunakan oleh kelompok 1 untuk menyamakan hasilnya.
Septapun maju untuk menjelaskan hal itu, saat itu entah mengapa dia terlihat keren dan aku tertegun untuk beberapa saat hingga akhirnya presentasi selesai dan aku baru tersadar dari lamunan. Sejak itu mataku selalu melirik dan memperhatikan Septa yang aku kira hanya rasa kagum biasa dan aku kira rasa itu akan hilang dengan sendirinya.
Tetapi menginjak semester akhir rasa itu bertambah kuat dan aku sedikit sulit menghadapi perasaan ini. Aku berusaha menghiraukan hal itu dengan melakukan kegiatan apapun yang dapat membuatku melupakannya walaupun hanya sedikit. Tetapi pertahananku runtuh saat harus berbicara dan bertatapan mata dengannya.
Seperti saat aku sekelompok belajar dengannya, otomatis aku pasti berbicara dan dia menatap mataku. Saat setiap kelompok harus mengajukan pertanyaan untuk kelompok yang sedang presentasi, aku kira Septa sudah membuat pertanyaan, karena itu aku tidak terlalu memperhatikan presentasi yang sedang berlangsung,
“Ira kamu sudah membuat pertanyaan belum?” tanyanya padaku.
“Belum, aku kira kamu sudah membuat pertanyaannya” ucapku.
Tapi saat itu dia dan temannya hanya tertawa karena dari kelompok kami tidak ada yang membuat pertanyaan satupun dan pertahananku sedikit runtuh melihat senyumnya.
“Tapi tadi aku sedikit menulis hal – hal yang bisa ditanyakan, kalian tinggal melengkapi kata – katanya saja” ucapku sambil menyerahkan buku tulis kepada Septa.
            Disaat tertentu dia terlihat maskulin dan kalian pasti mengerti saat itu juga pertahananku selalu runtuh. Mengapa aku selalu mempertahankan hatiku agar tidak bertambah jauh menyukainya, karena aku tau sebentar lagi kami berbeda arah untuk menggapai cita – cita kami masing – masing. Dan aku juga belum mengetahui apakah perasaanku terbalas atau tidak, hal ini yang selalu terpikir dibenakku. Aku tidak mau jatuh pada kesalahan yang sama, karena kecerobohanku. Tapi terkadang aku juga menjadi berharap kembali padanya.
            Septa seringkali melirik kearahku dan terkadang mata kita bertemu, hal itu membuatku canggung dan malu. Tapi disaat itu sekelebat pikiran menghampiri dan berkata bahwa bisa saja dia melirik kepada teman sebangkuku atau teman yang duduknya berdekatan denganku ataupun yang duduk bersilangan denganku, karena paras mereka lebih cantik dibandingkan denganku. Tapi pikiranku yang lain berkata belum tentu dia melihat dari paras seseorang melainkan keunikan yang dipancarkan oleh orang tersebut.
            Hal itu terus bergumul dikepalaku hingga hari acara perpisahan tiba. Saat itu siswa yang sudah diterima di PTN biasanya diumumkan di acara perpisahan tapi mendengarnya sekali lagi membuat mood ku hancur.
“Ira Alfia Nur Cahyani, diterima di Institut Pertanian Bogor jurusan Arsitektur Lanskap” ucap salah satu guruku.
Beberapa siswa yang  lain yang diterima di PTN pun disebutkan satu persatu dan akhirnya,
“Septa Panji Pratama, diterima di Universitas Padjajaran jurusan Geofisika” ucap salah satu guruku.
Perkataan itu membuat hatiku tertohok sekali lagi, dan memantapkan hati bahwa aku harus melupakannya. Karena tidak mungkin aku harus menahan beban rasa ini terlalu lama sendirian.
            Setelah acara perpisahan selesai semua teman sekelasku berfoto bersama dan berbincang – bincang ria. Tapi,,
“Ira selamat ya keterima di IPB”  ucap Septa mengawali perbincangan.
“i iya selamat ya kamu keterima di UNPAD hehe” ucapku kikuk.
“Padahal aku pengennya di IPB sih biar bareng kamu lagi” ucap Septa dengan senyummanisnya.
“Hah?” ucapku kaget, kata – kata itu otomatis membuat niatku yang tadi terhapuskan.
“Disana jangan deket sama cowok lain ya sampai aku datang, pokoknya tunggu aku, oke?!” seru Septa.
“K kkamu pasti bercanda deh, iyakan?” tanyaku berharap bahwa ucapanku salah.
“Aku serius, jadi kamu mau nunggu kan?” pintanya penuh harap.
Aku yakin jika saat ini aku bukan sedang di tempat ramai, aku sudah loncat loncatan kegirangan.


50 komentar:

  1. Hmmmm sepertinya aku mencium sesuatu

    BalasHapus
  2. Aaa ditunggu cerita selanjutnya๐Ÿ’™

    BalasHapus
  3. Cerpennya bagussss, lanjutkan ya sist:)

    BalasHapus
  4. Mantaaps euy ceritanyaa.. Baguss ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ lanjutkan!!!

    BalasHapus
  5. Seruuu!!! Ditunggu lanjutannya��

    BalasHapus
  6. Cerita yang menarik, mantul lah๐Ÿ‘...

    BalasHapus
  7. Cerita yang menarik, mantul lah๐Ÿ‘...

    BalasHapus
  8. Uuuu aen.. kisah yg unik ๐Ÿ˜ bikin cerpennya bagus dan menarik ๐Ÿ‘Œ

    BalasHapus
  9. Awal-awalnya curhat kejadian with teman sekelas ya? Wkwk walau kesini2 nya beda sii๐Ÿ˜‚
    Keren keren๐Ÿ‘

    BalasHapus
  10. likee nih likee, lanjutkan๐Ÿ‘Œ

    BalasHapus
  11. likee nih likee, lanjutkan๐Ÿ‘Œ

    BalasHapus
  12. Wiihhh kerenn nih, ditunggu next ceritanya ya hehe

    BalasHapus
  13. Cie, penulis menceritakan kisahnya

    BalasHapus
  14. kerenn aen ceritanyaa๐Ÿ‘ bikin baper๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  15. Seru mbak ceritanya,tapi maasih ada yg typo, tolong diperbaiki ya

    BalasHapus
  16. menarik nih ceritanya...ditunggu yang lainnya

    BalasHapus
  17. Aku sukaaaa ennn lanjutkann okkkeee ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  18. ceritannya menarik untuk dibaca dan tidak berlebihan. Good.

    BalasHapus