|
|
Contoh Cerita Pendek
Hai para pembaca, kali ini saya akan memberikan contoh tentang cerita pendek berjudul "SeIra", semoga bisa menambah wawasan para pembaca ya aamiin :)).
By Aen
H
Seandainya dulu
kamu tidak mengucapkannya, mungkin sekarang aku sudah mengubur segala hal
tentangmu dalam - dalam.
Aku akan sedikit menceritakan
kisahku, kisah seorang anak remaja dan cinta yang sering kita dengar. Dan mungkin
kalian sedang mengalaminya karena wajar dimasa ini siapa yang tidak menyimpan
rasa terhadap lawan jenis, sepertinya hampir semua mengalaminya.
Ini terjadi saat aku menginjak bangku SMA di tahun ketiga, awalnya
akupun hanya memandang biasa dan tidak menyimpan rasa apa – apa. Tapi perlahan
dia terus muncul di kepalaku dan hampir muncul setiap saat. Laki – laki itu,
Septa, teman sekelasku. Aku pikirkan, dia hanya laki – laki biasa, cukup pintar
dan cuek. Aku tak tahu mengapa aku bisa menyukai laki – laki itu, tapi mungkin
berawal dari kesalahanku membuka secuil hatiku karena rasa penasaranku, tapi
lubang kecil itu malah bertambah lebar, dan sekarang dia seenaknya terus
mendiami hati dan pikiranku, hhftt.
Hari itu saat pelajaran matematika,
setiap kelompok mempresentasikan soal yang diberikan oleh Bu Rima untuk
dijabarkan cara pengerjaannya. Saat itu kelompok 1 yang diketuai Septa maju
untuk mempresentasikan hasil jawaban mereka. Saat penjabaran selesai, siswa
lain diberi kesempatan untuk bertanya. Saat itu Anggi dari kelompok 5 meminta
untuk mengerjakan soal yang dikerjakan oleh kelompok sebelumnya dengan cara yang
digunakan oleh kelompok 1 untuk menyamakan hasilnya.
Septapun maju untuk menjelaskan hal
itu, saat itu entah mengapa dia terlihat keren dan aku tertegun untuk beberapa
saat hingga akhirnya presentasi selesai dan aku baru tersadar dari lamunan.
Sejak itu mataku selalu melirik dan memperhatikan Septa yang aku kira hanya
rasa kagum biasa dan aku kira rasa itu akan hilang dengan sendirinya.
Tetapi menginjak semester akhir
rasa itu bertambah kuat dan aku sedikit sulit menghadapi perasaan ini. Aku
berusaha menghiraukan hal itu dengan melakukan kegiatan apapun yang dapat
membuatku melupakannya walaupun hanya sedikit. Tetapi pertahananku runtuh saat
harus berbicara dan bertatapan mata dengannya.
Seperti saat aku sekelompok belajar
dengannya, otomatis aku pasti berbicara dan dia menatap mataku. Saat setiap
kelompok harus mengajukan pertanyaan untuk kelompok yang sedang presentasi, aku
kira Septa sudah membuat pertanyaan, karena itu aku tidak terlalu memperhatikan
presentasi yang sedang berlangsung,
“Ira kamu sudah membuat pertanyaan belum?” tanyanya padaku.
“Belum, aku kira kamu sudah membuat pertanyaannya” ucapku.
Tapi saat itu dia dan temannya hanya tertawa karena dari
kelompok kami tidak ada yang membuat pertanyaan satupun dan pertahananku
sedikit runtuh melihat senyumnya.
“Tapi tadi aku sedikit menulis hal – hal yang bisa
ditanyakan, kalian tinggal melengkapi kata – katanya saja” ucapku sambil
menyerahkan buku tulis kepada Septa.
Disaat
tertentu dia terlihat maskulin dan kalian pasti mengerti saat itu juga
pertahananku selalu runtuh. Mengapa aku selalu mempertahankan hatiku agar tidak
bertambah jauh menyukainya, karena aku tau sebentar lagi kami berbeda arah
untuk menggapai cita – cita kami masing – masing. Dan aku juga belum mengetahui
apakah perasaanku terbalas atau tidak, hal ini yang selalu terpikir dibenakku.
Aku tidak mau jatuh pada kesalahan yang sama, karena kecerobohanku. Tapi
terkadang aku juga menjadi berharap kembali padanya.
Septa seringkali
melirik kearahku dan terkadang mata kita bertemu, hal itu membuatku canggung
dan malu. Tapi disaat itu sekelebat pikiran menghampiri dan berkata bahwa bisa
saja dia melirik kepada teman sebangkuku atau teman yang duduknya berdekatan
denganku ataupun yang duduk bersilangan denganku, karena paras mereka lebih
cantik dibandingkan denganku. Tapi pikiranku yang lain berkata belum tentu dia
melihat dari paras seseorang melainkan keunikan yang dipancarkan oleh orang
tersebut.
Hal itu
terus bergumul dikepalaku hingga hari acara perpisahan tiba. Saat itu siswa
yang sudah diterima di PTN biasanya diumumkan di acara perpisahan tapi
mendengarnya sekali lagi membuat mood ku hancur.
“Ira Alfia Nur Cahyani, diterima di Institut Pertanian Bogor
jurusan Arsitektur Lanskap” ucap salah satu guruku.
Beberapa siswa yang
lain yang diterima di PTN pun disebutkan satu persatu dan akhirnya,
“Septa Panji Pratama, diterima di Universitas Padjajaran
jurusan Geofisika” ucap salah satu guruku.
Perkataan itu membuat hatiku tertohok sekali lagi, dan
memantapkan hati bahwa aku harus melupakannya. Karena tidak mungkin aku harus
menahan beban rasa ini terlalu lama sendirian.
Setelah
acara perpisahan selesai semua teman sekelasku berfoto bersama dan berbincang –
bincang ria. Tapi,,
“Ira selamat ya keterima di IPB” ucap Septa mengawali perbincangan.
“i iya selamat ya kamu keterima di UNPAD hehe” ucapku kikuk.
“Padahal aku pengennya di IPB sih biar bareng kamu lagi” ucap
Septa dengan senyummanisnya.
“Hah?” ucapku kaget, kata – kata itu otomatis membuat niatku
yang tadi terhapuskan.
“Disana jangan deket sama cowok lain ya sampai aku datang,
pokoknya tunggu aku, oke?!” seru Septa.
“K kkamu pasti bercanda deh, iyakan?” tanyaku berharap bahwa
ucapanku salah.
“Aku serius, jadi kamu mau nunggu kan?” pintanya penuh harap.
Aku yakin jika saat ini aku bukan sedang di tempat ramai, aku
sudah loncat loncatan kegirangan.

Hmmmm sepertinya aku mencium sesuatu
BalasHapusMencium apa fah? ๐
HapusCerpennya baguss aenn!!!
BalasHapusMakasih ufehh ๐
BalasHapusAaa ditunggu cerita selanjutnya๐
BalasHapusAaasiaapp๐
HapusBagus sist lanjutkan ๐
BalasHapusAasiap
HapusBagus sist lanjutkan ๐
BalasHapusBagus sist lanjutkan ๐
BalasHapusCerpennya bagussss, lanjutkan ya sist:)
BalasHapusIya sist wkwkwk
HapusMantaaps euy ceritanyaa.. Baguss ๐๐๐๐๐๐ lanjutkan!!!
BalasHapusMksh teh, siap ๐๐
HapusSeruuu!!! Ditunggu lanjutannya��
BalasHapusSiap laksanakan ๐
HapusCukup menarik
BalasHapusTerimakasih ๐
HapusGood lanjutkan
BalasHapusSiap2
HapusCerita yang menarik, mantul lah๐...
BalasHapusCerita yang menarik, mantul lah๐...
BalasHapusMakasih ๐
HapusBagus, lanjutkan๐
BalasHapus๐๐
HapusUuuu aen.. kisah yg unik ๐ bikin cerpennya bagus dan menarik ๐
BalasHapusHehehe mksh ๐
HapusAwal-awalnya curhat kejadian with teman sekelas ya? Wkwk walau kesini2 nya beda sii๐
BalasHapusKeren keren๐
Gk juga wkwk๐ mksh2๐
Hapuslikee nih likee, lanjutkan๐
BalasHapusMksh๐
Hapuslikee nih likee, lanjutkan๐
BalasHapusBolehlah-bolehlah ๐
BalasHapusWiihhh kerenn nih, ditunggu next ceritanya ya hehe
BalasHapusMksh hehe
HapusCie, penulis menceritakan kisahnya
BalasHapusHih tidak
Hapuskerenn aen ceritanyaa๐ bikin baper๐
BalasHapusMksh๐
HapusMantap en ๐
BalasHapusBagus sist, jalan ceritanya suka
BalasHapusMksh๐
HapusSeru mbak ceritanya,tapi maasih ada yg typo, tolong diperbaiki ya
BalasHapusIya Terima kasih kritik nya ๐
Hapusbagus aen, lanjutkan
BalasHapusmenarik nih ceritanya...ditunggu yang lainnya
BalasHapusAku sukaaaa ennn lanjutkann okkkeee ๐๐๐
BalasHapusMantapp๐
BalasHapusbagus, suka suka...
BalasHapusceritannya menarik untuk dibaca dan tidak berlebihan. Good.
BalasHapus